ISA for LCE Sudah Terbit, Kedudukannya di Indonesia Belum Otomatis
Tingkat keyakinannya sama dengan audit berbasis ISA penuh, yaitu asurans memadai. Yang dirancang sepadan dengan kerumitan entitas yang diaudit adalah persyaratan prosedural dan dokumentasinya.
Ringkasan Cepat
- Untuk audit atas laporan keuangan di Indonesia, standar yang berlaku adalah Standar Audit terbitan IAPI. Standar IAASB tidak berlaku dengan sendirinya sebelum diadopsi.
IAASB menerbitkan ISA for LCE, standar audit internasional yang berdiri sendiri untuk entitas yang kurang kompleks (less complex entities). Tingkat keyakinan yang diberikannya sama dengan audit berbasis ISA penuh, yaitu asurans memadai. Yang dirancang berbeda persyaratan prosedural dan dokumentasinya, sepadan dengan keadaan entitas yang diaudit.
Sasarannya entitas dengan struktur sederhana dan lini bisnis yang jelas, tanpa kerumitan seperti instrumen keuangan rumit, konsolidasi berlapis, atau estimasi bernilai tinggi yang sangat subjektif. Mayoritas perusahaan menengah Indonesia, termasuk banyak perusahaan penanaman modal asing, masuk gambaran ini.
Batasan pemakaiannya tegas. Ia tidak dapat dipakai untuk entitas tercatat, entitas kepentingan publik, dan sebagian besar audit atas laporan keuangan grup, dan otoritas di tiap negara dapat menambahkan larangan lain. Kelayakannya karena itu diperiksa pada tiap perikatan, dan tidak disimpulkan dari ukuran perusahaan.
Kedudukannya di Indonesia
Untuk audit atas laporan keuangan di Indonesia, standar yang berlaku adalah Standar Audit (SA) yang diterbitkan Institut Akuntan Publik Indonesia sebagai bagian dari Standar Profesional Akuntan Publik. SA disusun mengacu pada ISA, tetapi standar yang diterbitkan IAASB tidak berlaku di Indonesia dengan sendirinya; ia berlaku setelah melalui proses adopsi.
Karena itu penugasan statutori dijalankan berdasarkan SA, dan yang diterapkan prinsip proporsionalitas di dalam SA, bukan penggantian kerangka standarnya.
Prinsip itu memang ada di sana: luas prosedur, sifat pengujian, dan kedalaman dokumentasi menyesuaikan ukuran serta kerumitan entitas, sepanjang bukti yang diperoleh tetap memadai untuk mendasari opini. Penerapannya terlihat pada tiga hal. Fokus audit terkonsentrasi pada area yang berisiko salah saji material. Permintaan data lebih terarah sehingga lalu lintas dokumen berkurang. Dan reviu partner serta kerangka pengendalian mutu tetap berlaku penuh.
Proporsional tidak berarti dipotong
Dua salah paham berulang muncul dalam pembicaraan awal dengan calon klien.
Yang pertama menganggap proporsional berarti sebagian prosedur boleh dilewati bila entitasnya kecil. Yang menentukan luas prosedur adalah risiko salah saji material, dan ukuran perusahaan hanya salah satu hal yang memengaruhi risiko itu. Perusahaan kecil dengan pengendalian yang lemah dan transaksi tunai yang besar dapat menuntut pengujian yang lebih luas daripada perusahaan besar yang tertib.
Yang kedua menganggap proporsional berarti biaya yang lebih murah dengan sendirinya. Yang berkurang adalah pekerjaan yang tidak menentukan apa pun bagi opini. Bila dokumen pendukung tidak siap, pekerjaan yang menentukan justru bertambah, dan penghematannya hilang.
Untuk mengetahui apakah proporsionalitas benar-benar diterapkan pada perikatan Anda, ada tiga pertanyaan yang jawabannya menunjukkan banyak hal.
Area mana yang dinilai berisiko tinggi pada entitas Anda, dan mengapa? Jawaban yang menyebut area tertentu beserta alasannya menunjukkan penilaian risiko yang nyata; jawaban yang menyebut seluruh pos menunjukkan sebaliknya.
Permintaan data mana yang dapat dikurangi bila dokumen tertentu sudah tersedia? Pertanyaan ini memaksa auditor menyebut hubungan antara kesiapan Anda dan jam kerjanya.
Dan berapa hari tim berada di lokasi, untuk mengerjakan apa? Pembagian yang dapat dijelaskan menandakan perencanaan yang sudah dilakukan sebelum perikatan dimulai.
Dua keadaan membuat ISA for LCE relevan langsung bagi perusahaan tertutup di Indonesia. Bila perusahaan induk atau kreditur di luar negeri menuntut audit berdasarkan standar internasional, standar mana yang dipakai memengaruhi lingkup, waktu, dan biaya, sehingga sebaiknya disepakati sebelum perikatan diteken. Dan sebagai arah yang sedang ditempuh profesi: pemisahan antara audit entitas rumit dan audit entitas sederhana kini punya bentuk yang jelas di tingkat internasional, dan pembicaraan mengenai penerapannya di Indonesia akan berjalan pada tahun-tahun mendatang.
Standarnya belum berlaku di sini; gagasannya sudah. Yang dituntut dari auditor adalah menerapkannya dengan penilaian risiko yang nyata, bukan dengan memangkas prosedur.
Tanggal berlaku standar audit dan standar lainnya dapat dicek di pelacak standar.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah ISA for LCE berarti audit yang lebih ringan?
Tidak. Tingkat keyakinan yang diberikan sama dengan audit berbasis ISA penuh, yaitu asurans memadai, dan opininya memiliki bobot yang sama. Yang dirancang berbeda adalah persyaratan prosedural dan dokumentasinya, yang disusun sepadan dengan entitas yang keadaannya sederhana. Perbedaannya terletak pada upaya, bukan pada tingkat keyakinan.
Kalau begitu, apa manfaatnya bagi perusahaan saya sekarang?
Dua hal. Pertama, prinsip proporsionalitas sudah melekat di dalam SA: luas prosedur dan dokumentasi menyesuaikan ukuran dan kerumitan entitas, sehingga perusahaan sederhana tidak seharusnya menanggung beban yang dirancang untuk grup besar. Kedua, bila induk atau kreditur Anda di luar negeri menuntut audit berbasis standar internasional, ISA for LCE menjadi pilihan yang perlu dibicarakan sejak awal karena memengaruhi lingkup dan biaya.