+62 821-2809-0980·admin@thr.co.id·Sen–Jum 08.30–17.30 WIB
Teguh Heru & RekanRegistered Public AccountantsKonsultasi
Audit & Asurans2 menit baca

Pengujian Saldo Awal pada Audit Tahun Pertama

Pada tahun pertama, auditor menguji saldo yang dibawa dari tahun lalu sekaligus transaksi tahun ini. Rincian yang tersedia menentukan seberapa panjang pekerjaan itu.

BagikanWinX@⧉
Pengujian Saldo Awal pada Audit Tahun Pertama

Ringkasan Cepat

  • Saldo awal yang salah ikut menggeser laba tahun berjalan, walau seluruh transaksi tahun ini dicatat benar.
  • Bila bukti saldo awal tidak memadai, dampaknya muncul pada opini atas laba rugi dan arus kas.

Laba tahun ini bisa salah walaupun setiap transaksi tahun ini dicatat benar. Persediaan awal yang tercatat terlalu tinggi menaikkan harga pokok penjualan dan menurunkan laba, dan selisih itu tidak muncul di satu pun bukti transaksi tahun berjalan. Kesalahan seperti itu baru terlihat bila saldo awalnya ikut diuji. Pengujian itu yang membedakan audit tahun pertama dari tahun-tahun sesudahnya.

Tahun pertama terjadi dalam dua keadaan: perusahaan belum pernah diaudit, atau pindah dari kantor akuntan publik lain. SA 510 tentang Perikatan Audit Tahun Pertama - Saldo Awal mengatur keduanya. Standar itu bagian dari SPAP, yang menurut Pasal 1 angka 11 UU No. 5 Tahun 2011 tentang Akuntan Publik adalah “acuan yang ditetapkan menjadi ukuran mutu yang wajib dipatuhi oleh Akuntan Publik dalam pemberian jasanya”.

Bila tahun lalu diaudit kantor lain, auditor baru membaca laporan keuangan dan laporan auditnya untuk tahun itu, lalu meminta izin tertulis perusahaan untuk menghubungi auditor sebelumnya. Kertas kerja kantor lama dapat menjadi sumber bukti, tetapi hanya bila kantor itu mengizinkan. Bila tahun lalu tidak diaudit sama sekali, auditor mengumpulkan buktinya sendiri untuk tiap pos yang material.

Cara mengujinya mengikuti posnya, dan kesulitannya tidak sama. Kas ditelusuri ke rekening koran Desember. Piutang awal terbukti sendiri lewat pelunasan yang masuk tahun ini. Aset tetap ditelusuri ke dokumen perolehan, lalu penyusutannya dihitung ulang sejak tahun pembelian. Persediaan awal yang paling sulit: perhitungan fisiknya sudah lewat dan tidak bisa disaksikan lagi, sehingga auditor menyaksikan hitungan fisik akhir tahun ini lalu menghitung mundur dengan mutasi sepanjang tahun, dan ketepatan hitungan mundur itu bergantung pada kerapian catatan mutasi yang dipakainya.

Auditor juga mencocokkan saldo pembuka di pembukuan dengan saldo penutup laporan tahun lalu, dan memeriksa apakah kebijakan akuntansi tahun ini sama dengan tahun lalu. Bila kebijakannya berubah, perubahan itu beserta dampaknya perlu diungkapkan.

Saldo awal bukan satu-satunya yang menambah jam. Kantor baru juga membangun pemahaman atas usaha, siklus transaksi, dan pengendaliannya dari nol, dan pemahaman itu baru terpakai penuh pada tahun kedua, ketika saldo awalnya sudah ia uji sendiri.

Bila bukti saldo awal tidak memadai, auditor dapat mengecualikan opininya atau tidak menyatakan pendapat sesuai SA 705. Dampak yang lazim ada pada laba rugi dan arus kas, sementara neraca akhir tahun masih dapat diuji langsung.

Rincian yang disiapkan

Sebagian besar waktu tambahan berasal dari rincian yang tidak ada. Sebelum tim datang, kumpulkan rincian tiap pos neraca per akhir tahun lalu beserta totalnya, daftar stok per 31 Desember tahun lalu, daftar aset tetap dengan tanggal perolehan dan akumulasi penyusutan, rekening koran Desember, dan SPT Tahunan tahun lalu.

Bila laporan tahun lalu pernah direvisi, sampaikan sejak hari pertama beserta alasannya. Selisih antara saldo penutup di laporan dan saldo pembuka di pembukuan juga perlu dijelaskan jurnal demi jurnal, termasuk yang timbul karena pergantian sistem akuntansi pada tahun berjalan. Perusahaan yang pindah kantor sebaiknya memastikan surat izin untuk auditor sebelumnya sudah sampai di kedua kantor. Tahun pertama hanya salah satu hal yang menentukan jam kerja audit; selengkapnya di apa yang menentukan biaya audit.

Pertanyaan yang sering diajukan

Mengapa audit tahun pertama lebih lama dari tahun berikutnya?

Auditor perlu memahami usaha dan pengendalian dari awal serta menguji saldo awal, dua pekerjaan yang tidak berulang pada tahun kedua. Besar selisihnya tidak dapat disebut tanpa melihat pembukuan. Yang menentukan: apakah tahun lalu diaudit, seberapa rapi rincian saldo, dan berapa banyak lokasi usahanya.

Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan nasihat profesional untuk kasus tertentu. Untuk menilai posisi perusahaan Anda secara spesifik, hubungi tim kami. Ditulis oleh Priatama Wisudana, KAP Teguh Heru & Rekan, kantor akuntan publik berizin di Jakarta sejak 1994.