Revisi PSAK 338 Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali
DSAK IAI mengesahkan revisi PSAK 338 pada 29 Oktober 2025, berlaku efektif 1 Januari 2026. Entitas investasi dikecualikan, dan ada definisi baru serta ketentuan penyajian informasi prakombinasi.

Ringkasan Cepat
- Revisi memperjelas metode penyatuan kepemilikan dan pelepasan melalui ekuitas.
Dewan Standar Akuntansi Keuangan IAI mengesahkan revisi PSAK 338 Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali pada 29 Oktober 2025. PSAK 338 (2025) berlaku efektif 1 Januari 2026 dengan opsi penerapan dini.
Revisi ini tindak lanjut dari kaji ulang pascaimplementasi, melalui makalah diskusi dan diskusi kelompok terfokus pada Mei sampai Desember 2024 dengan regulator, akuntan publik, dan pelaku bisnis. Tujuannya memperjelas ruang lingkup dan penerapan metode penyatuan kepemilikan serta pelepasan melalui ekuitas.
Empat perubahan utama
Pertama, entitas investasi dikecualikan dari ruang lingkup PSAK 338.
Kedua, standar menambah definisi bisnis alihan, entitas penerima, dan entitas pengalih.
Ketiga, ada rujukan baru mengenai jumlah tercatat bisnis alihan yang dipakai dalam metode penyatuan kepemilikan.
Keempat, standar mengatur penyajian informasi prakombinasi bisnis bila penerapan metode penyatuan kepemilikan tidak praktis. Pengungkapan terkait ikut disesuaikan.
Grup yang merencanakan penggabungan atau pengalihan anak usaha antarentitas sepengendali sejak 2026 perlu membaca ulang kebijakan akuntansinya terhadap naskah PSAK 338 (2025), terutama sumber jumlah tercatat bisnis alihan.
Syarat pajak atas penggabungan usaha dibahas di Syarat Nilai Buku Merger dalam PMK 1/2026.

