+62 821-2809-0980·admin@thr.co.id·Sen–Jum 08.30–17.30 WIB
Teguh Heru & RekanRegistered Public AccountantsKonsultasi
ARTIKEL TERBARU
Audit & Asurans3 menit baca

Laporan Keuangan Audited Dibaca Berbeda oleh Panitia Tender dan Bank

Panitia tender dan analis kredit membaca dokumen yang sama dengan pertanyaan yang berbeda. Memahami perbedaan itu menentukan berkas Anda lolos sekali jalan atau bolak-balik.

BagikanWinX@
Berkas yang sama, dua pembaca: panitia tender dan analis kredit.Foto: Ilustrasi KAP Teguh Heru & Rekan

Ringkasan Cepat

  • Panitia tender mencocokkan laporan audited dengan SPT Tahunan dan sertifikat badan usaha. Ketidakcocokan tanpa penjelasan adalah penyebab penolakan paling umum.
  • Analis kredit menimbang kualitas laba dan arus kas operasi lebih dulu daripada angka labanya.
  • Delapan dokumen pendukung menentukan lamanya proses; rekonsiliasi bank dan stock opname per tanggal neraca paling sering menjadi penghambat.

Dua situasi biasanya yang pertama kali membuat perusahaan membutuhkan kantor akuntan publik adalah ikut tender dan mengajukan kredit. Keduanya meminta “laporan keuangan audited”, tetapi yang dicari pembacanya berbeda, dan memahami perbedaan itu membantu menyiapkan berkas yang tidak bolak-balik.

Pembacaan panitia tender

Panitia pengadaan umumnya menggunakan laporan keuangan audited untuk tiga hal:

  • Verifikasi kualifikasi. Apakah nilai aset, ekuitas, atau omzet memenuhi ambang paket yang ditenderkan.
  • Penilaian kemampuan keuangan. Rasio likuiditas dan modal kerja, untuk menilai apakah penyedia sanggup membiayai pekerjaan sebelum termin pembayaran cair.
  • Kesesuaian dengan dokumen lain. Angka di laporan keuangan dicocokkan dengan SPT Tahunan, sertifikat badan usaha, dan laporan pengalaman pekerjaan.

Poin ketiga inilah yang menolak berkas, dan justru yang paling mudah dihindari. Bila omzet di laporan audited berbeda jauh dari peredaran usaha di SPT Tahunan tanpa penjelasan, berkas menjadi pertanyaan, bahkan ketika kedua angka itu sebenarnya dapat dijelaskan dengan benar.

Pembacaan analis kredit

Analis kredit membaca dokumen yang sama dengan pertanyaan berbeda: apakah arus kas perusahaan ini cukup untuk membayar cicilan. Yang mereka perhatikan:

  • Kualitas laba, bukan besarnya. Laba dari kegiatan usaha berulang dinilai lebih tinggi daripada laba dari penjualan aset atau selisih kurs.
  • Arus kas operasi. Perusahaan bisa mencatat laba tetapi arus kas operasinya negatif, biasanya karena piutang menumpuk atau persediaan membengkak. Ini sinyal yang langsung terlihat.
  • Catatan atas laporan keuangan. Bagian yang diabaikan penyusun, tetapi dibaca analis: pihak berelasi, jaminan yang diberikan, komitmen dan kontinjensi.
  • Opini dan paragraf tambahan. Opini selain Wajar Tanpa Pengecualian, atau adanya paragraf penekanan suatu hal tentang kelangsungan usaha, akan mengubah keseluruhan pembacaan.

Dokumen yang perlu disiapkan sebelum audit dimulai

Kesiapan dokumen adalah penentu terbesar lamanya proses. Daftar berikut yang biasanya menghambat:

  1. Rekonsiliasi bank seluruh rekening sampai tanggal neraca, beserta rekening koran.
  2. Daftar aset tetap lengkap dengan tanggal perolehan, nilai perolehan, metode dan akumulasi penyusutan.
  3. Berita acara stock opname per tanggal neraca, bukan perhitungan mundur.
  4. Rincian piutang dan utang per pelanggan dan pemasok, beserta umur piutang.
  5. Kontrak-kontrak signifikan: sewa, kredit, kerja sama, dan perjanjian dengan pihak berelasi.
  6. Dokumen perpajakan: SPT Masa dan Tahunan, bukti potong, serta surat ketetapan bila ada.
  7. Notulen RUPS dan rapat Direksi untuk tahun buku yang diaudit.
  8. Daftar pihak berelasi dan transaksi dengan mereka sepanjang tahun.

Perusahaan yang menyiapkan delapan hal ini sebelum tim audit datang biasanya menyelesaikan proses dalam waktu yang jauh lebih pendek, dan dengan pertanyaan susulan yang jauh lebih sedikit.

Kesalahan yang menunda penerbitan laporan

Sebagian besar keterlambatan penerbitan laporan audit jarang disebabkan temuan yang rumit. Penyebabnya dokumen pendukung yang tidak pernah dibuat sejak awal.

Lima di antaranya menonjol:

  • Stock opname tidak dilakukan pada tanggal neraca. Rekonstruksi mundur selalu memakan waktu dan hasilnya lebih lemah.
  • Transaksi dengan pihak berelasi tidak terdokumentasi. Pinjaman kepada pemegang saham tanpa perjanjian tertulis adalah temuan klasik.
  • Pemisahan kas perusahaan dan kas pribadi yang tidak tegas. Terutama pada perusahaan keluarga.
  • Pengakuan pendapatan yang tidak konsisten dengan kontrak, khususnya pada kontrak jangka panjang dan konstruksi.
  • Penunjukan akuntan publik terlalu dekat dengan tenggat. Menghubungi KAP pada bulan Maret untuk laporan yang dibutuhkan awal April jarang berakhir baik.

Kapan sebaiknya mulai

Aturan praktisnya sederhana: hubungi kantor akuntan publik sebelum tahun buku berakhir. Penunjukan lebih awal memungkinkan sebagian prosedur (pemahaman bisnis, pengujian pengendalian, observasi stock opname pada tanggal neraca) dikerjakan tepat waktu, dan itu justru yang membuat audit berjalan lebih cepat serta lebih murah di tahap akhir.


Artikel ini bersifat umum. Persyaratan setiap panitia tender dan setiap bank berbeda; periksa dokumen pengadaan atau ketentuan kredit yang berlaku bagi Anda. Tim kami siap membantu menilai kesiapan perusahaan Anda.

Selengkapnya tentang prosesnya: audit laporan keuangan untuk keperluan tender: empat tahap kerja, dokumen yang diperlukan, dan pertanyaan yang biasa diajukan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah laporan keuangan audited tahun lalu bisa dipakai untuk tender tahun ini?

Tergantung ketentuan panitia. Umumnya diminta laporan keuangan audited tahun buku terakhir, dan tidak jarang tiga tahun terakhir untuk menilai tren. Bila tahun buku terakhir belum diaudit, sebagian panitia menerima laporan tahun sebelumnya disertai laporan keuangan interim, tetapi ini bukan hal yang bisa diasumsikan. Periksa dokumen pengadaannya.

Apakah opini Wajar Tanpa Pengecualian bisa dipesan atau dijanjikan di awal?

Tidak. Opini adalah hasil dari prosedur audit yang dijalankan, bukan sesuatu yang dapat diperjanjikan sebelum pekerjaan dilakukan. Kantor akuntan publik yang menjanjikan opini tertentu di muka melanggar prinsip independensi, dan laporan semacam itu justru berisiko dipersoalkan oleh pihak yang mengandalkannya.

Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan nasihat profesional untuk kasus tertentu. Untuk menilai posisi perusahaan Anda secara spesifik, hubungi tim kami. Ditulis oleh Tim Audit & Asurans, KAP Teguh Heru & Rekan, kantor akuntan publik berizin di Jakarta sejak 1994.