+62 821-2809-0980·admin@thr.co.id·Sen–Jum 08.30–17.30 WIB
Teguh Heru & RekanRegistered Public AccountantsKonsultasi
ARTIKEL TERBARU
Audit & Asurans4 menit baca

Audit, Reviu, atau Kompilasi? Cara Memilih Jenis Perikatan yang Tepat

Pertanyaan yang benar bukan “mana yang paling murah”, melainkan “siapa yang akan membaca laporan ini, dan keyakinan seperti apa yang ia butuhkan”. Jawaban atas pertanyaan itu menentukan sisanya.

BagikanWinX@

Ringkasan Cepat

  • Audit menghasilkan opini positif; reviu menghasilkan kesimpulan negatif; kompilasi tidak memberi keyakinan sama sekali.
  • Bank, regulator, dan panitia tender hampir selalu meminta audit. Reviu dan kompilasi tidak menggantikannya.

Pertanyaan ini datang hampir setiap bulan, biasanya dalam bentuk yang sama: “Kami butuh laporan keuangan untuk bank. Yang paling murah apa?”

Pertanyaannya wajar, tetapi urutannya terbalik. Yang menentukan pilihan adalah siapa yang akan membaca laporan itu dan keyakinan seperti apa yang ia tuntut. Menjawab itu lebih dahulu justru sering menghemat biaya, karena mencegah pekerjaan dikerjakan dua kali.

Perbedaan tingkat keyakinan

Ketiga jasa ini sama-sama menghasilkan laporan yang rapi. Yang berbeda adalah seberapa jauh akuntan publik melangkah untuk meyakini angkanya.

Audit Reviu Kompilasi
Tingkat keyakinan Memadai (tertinggi) Terbatas Tidak ada
Bentuk pernyataan Opini positif Kesimpulan negatif Tanpa asurans
Prosedur utama Pengujian bukti, konfirmasi, observasi fisik, pengujian pengendalian Prosedur analitis dan permintaan keterangan Menyusun dari catatan manajemen
Independensi wajib Ya Ya Tidak wajib, tetapi diungkapkan
Porsi jam kerja Paling besar Menengah Paling kecil

Audit

Auditor tidak menerima angka manajemen begitu saja. Ia mengonfirmasi saldo piutang langsung kepada pelanggan, hadir menghitung persediaan pada tanggal neraca, menelusuri transaksi sampai ke dokumen sumbernya, dan menguji apakah pengendalian internal benar-benar berjalan.

Hasilnya adalah opini: pernyataan positif bahwa laporan keuangan, dalam semua hal yang material, menyajikan secara wajar posisi keuangan perusahaan. Inilah yang diminta bank, regulator, dan panitia tender, karena hanya bentuk ini yang menempatkan tanggung jawab profesional pada akuntan publik yang menandatanganinya.

Reviu

Pekerjaannya berpijak terutama pada prosedur analitis dan permintaan keterangan: membandingkan rasio antarperiode, menelaah pergerakan yang tidak lazim, dan menanyakan penjelasannya kepada manajemen. Pemeriksanya tidak mengonfirmasi piutang ke pelanggan dan tidak menghitung persediaan.

Karena itu kesimpulannya dinyatakan secara negatif: tidak ada hal yang menjadi perhatian kami yang menyebabkan kami yakin laporan keuangan perlu diubah secara material. Kalimat itu terdengar berhati-hati karena memang begitulah adanya. Ia menyatakan tidak ditemukannya masalah, bukan diyakininya kebenaran.

Reviu masuk akal untuk pelaporan berkala kepada pemegang saham atau induk usaha, laporan interim, dan situasi ketika pembacanya tidak menuntut opini penuh.

Kompilasi

Di sini akuntan publik berperan sebagai penyusun, bukan penguji. Ia mengambil catatan pembukuan manajemen dan menyusunnya menjadi laporan keuangan yang sesuai bentuk dan pengungkapan standar akuntansi yang berlaku. Tidak ada pengujian atas kebenaran angkanya, dan laporannya menyatakan hal itu secara terbuka.

Kompilasi bermanfaat untuk perusahaan yang pembukuannya berjalan tetapi belum mampu menyusun laporan keuangan lengkap dengan catatan atas laporan keuangan, dan untuk merapikan keadaan sebelum masuk ke audit tahun berikutnya.

Cara memilih dalam tiga pertanyaan

1. Siapa yang memintanya? Bila yang meminta adalah bank, regulator (OJK, Kementerian), panitia tender, calon investor, atau pihak dalam proses akuisisi, jawabannya hampir selalu audit. Bila pembacanya hanya manajemen dan pemegang saham yang juga mengelola perusahaan, reviu atau kompilasi biasanya memadai.

2. Apakah ada kewajiban hukum atau kontraktual? Periksa anggaran dasar, perjanjian kredit, dan perjanjian dengan mitra. Kewajiban audit sering tersembunyi di perjanjian kredit yang ditandatangani bertahun lalu, dan baru ketahuan saat bank memintanya.

3. Apakah laporan ini akan dipakai pihak yang tidak bisa Anda tanyai? Semakin jauh pembacanya dari perusahaan, semakin tinggi keyakinan yang ia butuhkan, karena ia tidak punya cara lain untuk memverifikasi.

Kesalahan yang paling mahal

Yang berulang kami temui: perusahaan memilih reviu karena lebih murah, menyerahkannya ke bank, lalu bank menolak dan meminta audit. Akibatnya pekerjaan diulang dari awal, dengan dua konsekuensi.

Pertama, biayanya menjadi jumlah keduanya, bukan selisihnya. Kedua, audit yang dikerjakan belakangan sering sudah melewati tanggal neraca, sehingga observasi persediaan tidak lagi mungkin dilakukan. Prosedur alternatif memakan waktu lebih panjang, dan dalam kasus tertentu keterbatasan itu memengaruhi opini yang dapat diberikan.

Pencegahannya sederhana: mintalah persyaratan secara tertulis kepada pihak yang akan membaca laporan Anda, sebelum menunjuk akuntan publik.

Waktu penunjukan

Untuk audit, penunjukan sebaiknya sudah dilakukan sebelum tutup buku. Alasannya bukan formalitas: sebagian prosedur hanya dapat dikerjakan pada tanggal tertentu. Observasi perhitungan fisik persediaan pada tanggal neraca adalah contoh yang paling jelas. Penunjukan lebih awal juga memungkinkan sebagian pekerjaan dikerjakan sebelum akhir tahun, sehingga laporan terbit lebih cepat dan jam kerja pada masa sibuk berkurang.

Bila masih ragu

Sampaikan kepada kami dua hal saja: untuk siapa laporan itu, dan kapan dibutuhkan. Dari dua keterangan itu, jenis perikatan yang tepat biasanya sudah dapat ditentukan tanpa perlu rapat panjang. Bila yang Anda butuhkan ternyata bukan audit, kami akan mengatakannya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah reviu bisa menggantikan audit untuk pengajuan kredit?

Umumnya tidak. Sebagian besar bank mensyaratkan laporan keuangan yang telah diaudit, terutama untuk plafon di atas batas tertentu. Beberapa bank menerima laporan hasil reviu untuk plafon kecil. Tanyakan persyaratannya secara tertulis kepada bank sebelum menunjuk akuntan publik, karena menaikkan dari reviu ke audit di tengah jalan hampir selalu lebih mahal daripada langsung memilih audit.

Berapa selisih biaya ketiganya?

Tidak ada angka baku, karena imbalan mengikuti jam kerja yang dibutuhkan. Sebagai gambaran umum, reviu lazimnya memerlukan porsi jam yang jauh di bawah audit atas entitas yang sama, dan kompilasi lebih kecil lagi. Yang menentukan adalah kerapian pembukuan, jumlah transaksi, sebaran lokasi, dan kompleksitas transaksinya.

Bisakah satu kantor akuntan publik melakukan kompilasi sekaligus mengaudit laporan yang sama?

Menyusun laporan keuangan lalu mengaudit laporan yang disusun sendiri menimbulkan ancaman telaah pribadi terhadap independensi. Dalam praktik kami, pekerjaan penyusunan dan pekerjaan audit dikerjakan tim yang terpisah dengan pengamanan yang terdokumentasi, dan untuk entitas kepentingan publik pemisahannya lebih ketat lagi.

Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan nasihat profesional untuk kasus tertentu. Untuk menilai posisi perusahaan Anda secara spesifik, hubungi tim kami. Ditulis oleh Tim Audit & Asurans, KAP Teguh Heru & Rekan, kantor akuntan publik berizin di Jakarta sejak 1994.