Rekonsiliasi Bank Belum Selesai, Pengujian Saldo Lain Ikut Tertunda
Menunda rekonsiliasi terasa murah sepanjang tahun. Ongkosnya muncul sekaligus pada bulan pertama perikatan, ketika selisih berumur sebelas bulan harus ditelusuri mundur.
Ringkasan Cepat
- Cek yang belum dicairkan punya umur wajar beberapa pekan; setoran dalam perjalanan beberapa hari kerja. Yang lebih tua dari itu perlu dibuka.
- Rekonsiliasi yang disusun dan ditelaah orang yang sama memastikan penjumlahannya benar, dan belum menjadi pengendalian.
Auditor meminta rekonsiliasi bank lebih dahulu bukan karena kas pos terbesar. Pada banyak klien ia justru pos terkecil di neraca.
Alasannya ada pada asal buktinya. Rekening koran disusun bank, bukan oleh orang yang mencatat jurnalnya, dan itu membuat kas tempat termurah untuk mengetahui apakah pembukuan perusahaan benar-benar berjalan.
Dari situ pertanyaannya menyebar. Penerimaan yang tidak tercatat memunculkan pertanyaan atas piutang. Pengeluaran yang tidak tercatat memunculkan pertanyaan atas utang dan beban. Selama jawabannya belum ada, seberapa dalam pos lain perlu diuji juga belum dapat ditetapkan.
Jadi yang tertahan sebenarnya perencanaannya. Bagi klien akibatnya sama saja: tim menunggu.
Umur pos rekonsiliasi
Pos rekonsiliasi yang sehat berumur pendek. Cek yang belum dicairkan cair dalam hitungan pekan; setoran dalam perjalanan masuk dalam hitungan hari kerja.
Yang perlu dibuka adalah pos yang bertahan lebih lama dari itu. Isinya biasanya salah satu dari tiga hal: transaksi yang tercatat dua kali, transaksi bank yang tidak pernah masuk buku, atau selisih lama yang dulu ditutup dengan jurnal penyeimbang.
Yang ketiga paling merepotkan. Jurnal penyeimbang membuat saldo terlihat cocok sambil menyimpan selisihnya, lalu selisih itu berpindah dari bulan ke bulan sampai ada yang membukanya.
Ada juga kelompok yang nilainya kecil dan jumlahnya tidak: potongan administrasi, pajak atas bunga, biaya transfer. Semuanya muncul di rekening koran, dan tidak ada yang memberitahukannya ke bagian pembukuan.
Ditelaah orang yang berbeda dari penyusunnya
Rekonsiliasi yang disusun dan ditelaah orang yang sama memastikan penjumlahannya benar. Sampai di situ saja.
Penelaah tidak perlu mengulang pekerjaan penyusunnya. Tiga pertanyaan sudah cukup. Apakah saldo buku dan saldo rekening koran yang dipakai sudah angka final. Apakah tiap pos punya keterangan, dan bukan sekadar nominal. Dan apakah ada pos yang umurnya lewat dari yang wajar.
Tanggal telaahnya dicatat. Tanpa tanggal, telaah yang dikerjakan sulit dibedakan dari telaah yang tidak pernah ada.
Perbedaan ongkosnya terasa pada waktu. Selisih yang ketahuan pada bulan berjalan biasanya selesai dengan satu surel ke bank atau ke lawan transaksi, karena orangnya masih ingat dan dokumennya masih di meja. Selisih yang sama, ketahuan sebelas bulan kemudian, menuntut penelusuran mundur ke faktur, rekening koran, dan korespondensi, kerap ketika staf yang menanganinya sudah pindah kerja.
Pada titik itu penyelesaiannya sering berakhir sebagai penyesuaian tanpa penjelasan, dan penyesuaian tanpa penjelasan adalah hal yang ditanyakan berikutnya.
Bersama rekonsiliasi, dokumen lain yang diminta pada minggu pertama perikatan sebaiknya disiapkan sekaligus.
Satu hal membedakan perusahaan yang audit tahunannya selesai tepat waktu: rekonsiliasinya sudah ditelaah sebelum auditor datang, bukan disusun karena auditor datang.
Pertanyaan yang sering diajukan
Rekonsiliasi kami sudah tertinggal lima bulan. Mulai dari mana?
Dari bulan terakhir, mundur ke belakang. Saldo terbaru paling mudah dicari dokumennya, dan pos yang muncul berulang di beberapa bulan biasanya berasal dari satu sebab; menemukannya sekali menutup beberapa bulan sekaligus.
Rekening yang sudah tidak dipakai perlu direkonsiliasi juga?
Perlu, dan justru rekening semacam itu yang menyimpan transaksi belum tercatat, karena tidak ada yang melihatnya tiap bulan. Bila memang tidak diperlukan lagi, menutup rekeningnya memperpendek daftar yang harus dikerjakan.