Tenggat Setor dan Tenggat Lapor Berbeda, Keduanya Diuji Terpisah
Kalender kepatuhan yang hanya memuat satu tanggal per jenis pajak menyembunyikan separuh kewajibannya. Yang tercatat biasanya tanggal setor, dan yang terlewat tanggal lapor.
Ringkasan Cepat
- Pemenuhan salah satu kewajiban tidak menggugurkan yang lain, dan sanksinya berdiri sendiri-sendiri.
- Untuk PPh potong pungut, penyetoran jatuh pada tanggal 15 bulan berikutnya menurut PMK 81/2024.
Kewajiban perpajakan bulanan terdiri atas dua tindakan yang terpisah, yaitu menyetor pajak yang terutang dan menyampaikan surat pemberitahuan atas masa tersebut. Keduanya punya tenggat sendiri dan akibat sendiri bila terlambat.
Untuk Pajak Penghasilan yang dipotong atau dipungut, penyetoran jatuh pada tanggal 15 bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir, sebagaimana diatur dalam PMK 81 Tahun 2024. Lantas, mengapa tanggal lapor yang lebih dahulu terlewat?
Kalau kalendernya hanya memuat satu tanggal
Pemenuhan salah satu kewajiban tidak menggugurkan yang lain. Perusahaan yang menyetor tepat waktu lalu terlambat melapor tetap menanggung akibat keterlambatan pelaporan, dan sebaliknya.
Kalender kepatuhan yang disusun dengan satu baris per jenis pajak biasanya memuat tanggal setor, karena itu yang berkaitan dengan pengeluaran kas dan lebih mudah diingat. Tanggal lapor tidak menimbulkan arus kas, sehingga lebih mudah terlewat. Penyusunan dengan dua baris per jenis pajak menutupnya: baris pertama untuk setor, baris kedua untuk lapor, keduanya dengan penanggung jawab dan bukti penyelesaian.
Tanggal 15 itu sendiri sempat berbeda pada ketentuan terdahulu, dan kalender internal yang tidak diperbarui akan memakai tanggal lama.
Hal berikutnya menyangkut hari libur. Jatuh tempo yang bertepatan dengan hari libur bergeser, dan pergeseran itu sering salah dihitung ketika cuti bersama ditetapkan setelah kalender internal disusun. Cara yang bekerja adalah menghitung ulang kalender setiap kali penetapan hari libur nasional dan cuti bersama diumumkan atau diubah, bukan sekali pada awal tahun.
Bukti penyetoran dan bukti penerimaan surat pemberitahuan disimpan berpasangan untuk tiap masa pajak. Penyimpanan terpisah membuat pemeriksaan kelengkapan menuntut pencocokan dua daftar, dan pekerjaan itu berulang setiap tahun. Penyimpanan berpasangan juga memudahkan penelusuran ketika ada perbedaan antara catatan perusahaan dan catatan otoritas, karena pasangan yang tidak lengkap langsung terlihat.
Kewajiban baru di tengah tahun
Kewajiban bulanan berubah ketika status perusahaan berubah: saat dikukuhkan sebagai pengusaha kena pajak, saat mulai mempekerjakan karyawan, atau saat mulai melakukan transaksi yang menimbulkan pemotongan.
Perubahan itu jarang disertai pembaruan kalender. Kalender yang disusun pada awal tahun tetap dipakai sampai akhir tahun, sedangkan kewajibannya sudah bertambah sejak pertengahan. Peninjauan setiap kali ada perubahan status menutup celah ini, dan peninjauannya cukup singkat karena yang diperiksa hanya jenis pajak yang terpengaruh.
Masa pajak tanpa transaksi tetap menimbulkan kewajiban pelaporan bagi sebagian jenis pajak. Perusahaan yang menyamakan nihilnya transaksi dengan nihilnya kewajiban akan menemukan rangkaian keterlambatan yang baru ketahuan saat mengurus keperluan lain. Pemeriksaannya sederhana: telusuri jenis pajak yang pernah dilaporkan sekali, lalu pastikan pelaporannya berlanjut pada masa berikutnya atau kewajibannya memang sudah dicabut secara resmi.
Kalender yang hanya diketahui satu orang berhenti bekerja ketika orang itu cuti atau berpindah tugas. Penempatannya pada tempat yang dapat diakses lebih dari satu orang, dengan status yang dimutakhirkan tiap bulan, menutup risiko itu tanpa menambah pekerjaan. Pemantauan berjenjang, yaitu pelaksana yang mengerjakan dan atasan yang memeriksa status pada tanggal tertentu tiap bulan, memberi kesempatan memperbaiki sebelum tenggatnya lewat.
Pada audit laporan keuangan, kelengkapan pemenuhan kewajiban perpajakan termasuk yang diperiksa, dan yang diminta adalah bukti setor serta bukti lapor untuk seluruh masa dalam tahun buku. Perusahaan yang menyimpannya tersusun per masa menyelesaikan permintaan itu dalam satu kali kirim.
Satu jenis pajak menimbulkan dua tenggat, dan kalender yang mencatat keduanya adalah pekerjaan sekali yang menutup persoalan sepanjang tahun.
Tenggat yang berulang tiap bulan dan tiap tahun ada di kalender kewajiban.
Pertanyaan yang sering diajukan
Kalau sudah menyetor tepat waktu tetapi telat melapor, apakah aman?
Tidak. Keduanya kewajiban terpisah dengan sanksi masing-masing. Penyetoran yang tepat waktu menghindarkan sanksi atas keterlambatan setor, dan tidak menghapus sanksi atas keterlambatan penyampaian surat pemberitahuan.
Bagaimana kalau jatuh tempo bertepatan dengan hari libur nasional?
Jatuh temponya bergeser ke hari kerja berikutnya. Pergeseran ini dihitung dari kalender hari libur nasional dan cuti bersama yang resmi ditetapkan, karena cuti bersama yang diumumkan belakangan dapat mengubah perhitungan yang sudah disusun sejak awal tahun.
Kewajiban kami bertambah di tengah tahun. Kalender lama masih bisa dipakai?
Tidak, dan penyesuaiannya singkat. Yang diperiksa hanya jenis pajak yang terpengaruh perubahan status, lalu dua baris baru ditambahkan untuk setor dan lapor beserta penanggung jawabnya. Kalender yang tidak diperbarui akan terlihat lengkap sepanjang tahun sambil kehilangan kewajiban yang baru muncul.