Kertas Kerja Transisi SAK EP Kerap Hilang Saat Dibutuhkan
Isi standarnya dapat dipelajari dalam beberapa hari. Yang menghabiskan waktu adalah membuktikan bagaimana angka pembuka berpindah dari kerangka lama ke kerangka baru. Pembuktian itu tidak dapat disusun mundur dengan meyakinkan.
Ringkasan Cepat
- Dampak kumulatif transisi masuk ke saldo laba pada tanggal transisi, dan di sinilah kekeliruannya paling sering berawal.
- Catatan atas laporan keuangan yang disalin dari template tahun sebelumnya hampir pasti kurang memenuhi tuntutan pengungkapan.
SAK Entitas Privat (SAK EP) menggantikan SAK ETAP sebagai kerangka pelaporan bagi entitas tanpa akuntabilitas publik. Dari penugasan kompilasi dan audit kami atas laporan keuangan pertama berbasis SAK EP, beberapa pelajaran praktis layak dibagikan.
Satu pengamatan umum lebih dahulu. Kesulitan yang dilaporkan klien hampir tidak pernah menyangkut isi standarnya. Yang menghabiskan waktu adalah pekerjaan pembuktian: menunjukkan bagaimana setiap angka pembuka berpindah dari kerangka lama ke kerangka baru, dan mengapa ia berpindah begitu.
Titik transisi yang rawan
Saldo awal dan komparatif. Transisi menuntut penyajian kembali posisi keuangan awal. Banyak entitas hanya menyesuaikan tahun berjalan dan melupakan dampak kumulatif ke saldo laba.
Gejalanya khas dan mudah dikenali: laporan perubahan ekuitas tidak dapat direkonsiliasi, karena saldo laba awal masih memakai angka kerangka lama sementara laba tahun berjalan sudah memakai kerangka baru. Selisihnya kemudian dipaksa masuk ke satu baris tanpa penjelasan.
Instrumen keuangan. Perlakuan pengukuran berbeda dari kebiasaan lama, terutama untuk pinjaman antar-pihak berelasi dengan bunga tidak wajar. Pada perusahaan keluarga, pinjaman semacam ini sering bernilai besar dan tidak pernah dituangkan dalam perjanjian, sehingga pekerjaan akuntansinya harus didahului pekerjaan dokumentasi.
Pengungkapan yang lebih kaya. SAK EP menuntut pengungkapan yang lebih terstruktur. Catatan atas laporan keuangan yang disalin dari template tahun lalu hampir pasti kurang, dan kekurangannya baru terlihat ketika auditor membandingkannya dengan daftar pengungkapan yang berlaku.
Sudut pandang auditor
Bagi entitas yang diaudit, kualitas kertas kerja transisi menentukan kelancaran audit. Tiga berkas yang paling menolong:
- Rekonsiliasi ekuitas dari kerangka lama ke kerangka baru pada tanggal transisi, baris demi baris, dengan rujukan ke pendukung tiap penyesuaian.
- Memo posisi untuk setiap pilihan kebijakan yang diambil: apa pilihannya, apa dasarnya, dan apa alternatif yang tidak dipilih.
- Dukungan untuk setiap penyesuaian, termasuk perhitungan ulang bila penyesuaiannya menyangkut pengukuran.
Tanpa ketiganya, auditor menyusun sendiri penelusuran yang seharusnya sudah tersedia, pekerjaan yang menambah waktu audit dan bersama itu biayanya.
Bentuk rekonsiliasi ekuitas yang menolong
Rekonsiliasi ekuitas yang berguna berbentuk sangat sederhana, dan justru kesederhanaan itu yang membuatnya jarang dipersoalkan.
Mulai dari ekuitas menurut kerangka lama pada tanggal transisi. Turunkan satu baris untuk tiap penyesuaian, sebutkan pos laporan keuangan yang terpengaruh, nilainya, dan rujukan ke kertas kerja pendukungnya. Tutup dengan ekuitas menurut kerangka baru pada tanggal yang sama. Bila jumlahnya cocok dan tiap baris punya rujukan, pengujian auditor atas bagian ini biasanya selesai dalam hitungan jam.
Satu hal yang sering luput: tanggal transisi adalah awal periode komparatif paling awal yang disajikan, bukan awal tahun pelaporan pertama. Kekeliruan memilih tanggal ini membuat seluruh rekonsiliasi bergeser satu tahun, dan biasanya baru ketahuan setelah komparatifnya disusun.
Pos yang tidak berubah, dan sebaiknya dinyatakan
Sebagian besar pos pada perusahaan menengah tidak berubah nilainya karena transisi. Kas tetap kas, utang usaha tetap sebesar nilai yang harus dibayar, dan aset tetap umumnya berjalan dengan dasar yang sama.
Menyatakan hal itu secara tertulis sepadan dengan usahanya. Kertas kerja transisi yang hanya memuat pos yang berubah meninggalkan pertanyaan terbuka tentang pos lainnya: apakah sudah diperiksa dan ternyata tidak berubah, atau belum pernah diperiksa sama sekali. Daftar yang menyebut kedua kelompok sekaligus menutup pertanyaan itu sejak awal.
Mengapa memo posisi sepadan dengan usahanya
Memo posisi sering dianggap formalitas dokumentasi. Dalam praktik ia mengerjakan dua hal yang tidak dapat digantikan.
Pertama, ia memaksa keputusan diambil sekarang dan dicatat alasannya, ketika informasinya masih lengkap. Kedua, ia menjaga konsistensi tahun berikutnya. Pilihan kebijakan yang tidak tercatat cenderung berubah tanpa disadari ketika stafnya berganti, dan perubahan yang tidak disengaja semacam itu menimbulkan pertanyaan yang lebih sulit dijawab daripada pilihan awalnya sendiri.
Bila transisinya sudah lewat tetapi belum rapi
Sebagian entitas sudah menerbitkan laporan berbasis SAK EP tanpa kertas kerja transisi yang memadai. Keadaan itu masih dapat dibenahi, dan sebaiknya dibenahi sebelum audit berikutnya, bukan selama audit berlangsung.
Langkahnya sama dengan yang seharusnya dilakukan di awal, hanya dikerjakan mundur: susun rekonsiliasi ekuitas pada tanggal transisi, telusuri tiap selisih ke pendukungnya, dan catat pilihan kebijakan yang ternyata sudah terlanjur diterapkan. Yang tidak dapat ditemukan pendukungnya perlu diperlakukan terbuka sebagai keterbatasan, karena menutupinya dengan jurnal penyeimbang hanya memindahkan pertanyaannya ke tahun depan.
Tim technical accounting kami membantu menyusun memo posisi, menghitung dampak transisi, dan menyiapkan laporan keuangan yang siap audit.
Pertanyaan yang sering diajukan
Entitas seperti apa yang memakai SAK EP?
Entitas tanpa akuntabilitas publik, yaitu entitas yang tidak memiliki instrumen yang diperdagangkan di pasar modal dan tidak sedang dalam proses menuju ke sana, serta bukan entitas yang menghimpun dana masyarakat seperti bank atau asuransi. Sebagian besar perusahaan menengah tertutup di Indonesia berada dalam kelompok ini.
Ke mana dampak kumulatif transisi dibukukan?
Ke saldo laba pada tanggal transisi, kecuali standar mengatur lain untuk pos tertentu. Kesalahan yang lazim adalah entitas yang hanya menyesuaikan angka tahun berjalan dan membiarkan saldo laba awal tidak berubah. Akibatnya laporan perubahan ekuitas tidak dapat direkonsiliasi, dan persoalan itu baru muncul saat audit.