Coretax Eror Menjelang Tenggat SPT, dan Bukti yang Perlu Disimpan Saat Itu
Yang menentukan posisi ketika sistem bermasalah bukan keluhannya, melainkan apa yang tercatat di layar Anda pada saat itu.
Ringkasan Cepat
- Keluhan meningkat menjelang batas pelaporan SPT Tahunan PPh orang pribadi dan badan pada 30 April 2026.
- DJP menambah kapasitas jaringan di kantor pusat, kanwil, KPP, dan KP2KP untuk mengantisipasi lonjakan pelaporan.
Keluhan wajib pajak atas kendala teknis Coretax meningkat menjelang batas pelaporan SPT Tahunan PPh orang pribadi dan badan pada 30 April 2026.
Kekhawatirannya disebut terang dalam pemberitaan: eror berpeluang memburuk karena banyaknya pengguna yang masuk dan mengirim pada waktu bersamaan.
“Kami memahami ketidaknyamanan yang dialami wajib pajak dalam penggunaan coretax,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP, Inge Diana Rismawanti, dikutip dari DDTCNews pada 24 April 2026. Ia menyatakan perbaikan dan penguatan sistem terus dilakukan agar layanan semakin stabil.
DJP menambah kapasitas jaringan di kantor pusat, kantor wilayah, KPP, dan KP2KP untuk mengantisipasi lonjakan pelaporan pada akhir April.
Yang tercatat dan yang tidak
Kendala sistem menyisakan persoalan yang sifatnya berbeda dari kendala lain: ia tidak meninggalkan jejak pada pihak yang menilai.
Wajib pajak mengalami halaman yang tidak memuat, unggahan yang berhenti di tengah, atau pengiriman yang gagal. Yang tercatat di sisi administrasi hanya satu hal, yaitu SPT-nya belum masuk.
Karena itu yang menentukan posisi bukan seberapa nyata kendalanya, melainkan apa yang dapat ditunjukkan kemudian.
Tiga hal disimpan pada saat kejadian, bukan direkonstruksi sesudahnya.
Tangkapan layar yang memperlihatkan pesan kesalahan beserta tanggal dan jamnya. Jam pada tangkapan layar itu yang memberinya nilai; gambar tanpa waktu hampir tidak berguna.
Nomor tiket atau tanda terima dari saluran layanan resmi, bila pengaduan sempat disampaikan.
Dan tanda terima parsial bila sistem sempat mengeluarkannya, misalnya bukti draf tersimpan atau bukti berkas terunggah tanpa pengiriman akhir.
Ketiganya berguna hanya bila dikumpulkan pada hari yang sama. Berkas yang dikumpulkan sepekan kemudian menunjukkan sistem pernah bermasalah, bukan menunjukkan Anda mengupayakan pelaporan tepat waktu.
Bagi wajib pajak badan, penundaan biasanya bukan di formulirnya
Ada pembedaan yang perlu dipegang supaya perhatian tidak salah tempat.
Pelaporan SPT badan yang tertunda sampai hari-hari terakhir jarang tertunda karena pengisiannya. Ia tertunda karena laporan keuangan yang menjadi dasarnya belum final: penyesuaian akhir tahun belum selesai, konfirmasi saldo belum kembali, atau rekonsiliasi fiskalnya masih berjalan.
Selama itu belum selesai, sistem yang stabil sekalipun tidak mempercepat apa pun.
Yang dapat dipindahkan lebih awal justru pekerjaan yang tidak bergantung pada angka final: pemutakhiran data profil, pemastian akses dan kewenangan penanda tangan, serta pengumpulan bukti potong dari pihak lain.
Ketiganya sering baru disentuh pada minggu terakhir, dan ketiganya melibatkan pihak di luar perusahaan yang punya jadwal sendiri.
Satu hal terakhir. Kendala sistem merupakan keadaan yang dapat dijelaskan, dan penjelasan yang disertai bukti berbeda kedudukannya dari penjelasan yang tidak. Menyiapkan buktinya tidak memakan waktu lebih dari beberapa menit pada saat kejadian, dan itu satu-satunya saat ia dapat disiapkan.
Cara memastikan sebuah pesan benar berasal dari kantor pajak dijabarkan di pesan mengatasnamakan kantor pajak.
Pertanyaan yang sering diajukan
Kalau sistemnya gagal tepat di hari terakhir, posisi kami bagaimana?
Yang menentukan bukti bahwa upaya pelaporan memang dilakukan sebelum tenggat. Tangkapan layar bertanggal, nomor tiket layanan, dan tanda terima parsial bila ada merupakan bahan yang dapat diajukan. Tanpa itu, yang tercatat hanya ketiadaan pelaporan.
Apakah lebih baik melapor jauh hari?
Untuk badan usaha, ya, dan bukan terutama karena risiko sistem. Penyusunan SPT badan menuntut laporan keuangan yang sudah final, dan yang menunda biasanya bukan pengisian formulirnya melainkan penyelesaian angkanya.